Selasa, 06 November 2012

Renungan Malam dalam Syair (Waktu yang Tersisa)


Waktu yang Tersisa
Oleh : Rulio Fahmi Friztrianto

Direnungan malam ku siratkan garis tak berujung
Disebrang gelap itu kulihat kegelapan
Beranjak dari getaran kegelisahan kusingkapkan pandangan
Kembalinya sang langkah meninggalkan detak kehidupanku

Nafasnya menghembuskan cakrawala jiwa
Menghentikan batu yang berhenti
Menjalankan makna yang berjalan
Mengakhiri senyuman hati

Biarlah ku berlari
Biarlah ku memaknai kembali
Satu ikatan yang abadi
Dari syukurku untuk bersimpuh diri

Laku tak bersyarat
Mengikis gelora penyesalan
Wahai engkau sang pemurnian
Bersegeralah sebelum waktu menutup jalan terangmu

1 komentar:

Unknown mengatakan...

satu yang berarti: waktu