Selasa, 04 Desember 2012

Renungan Malam dalam Syair ( Hidup Tak Kasat Hati )


Hidup Tak Kasat Hati
Oleh : Rulio Fahmi Friztrianto

Lihatlah sekelilingmu saat ini
Di dera tangis juga tawa dari berbeda yang dibatas
Pernahkah kalian memilih dengan adil
Silahkan pelajari dengan keangkuhan kalian
Tapi apa daya kehidupan ini dibandingkan dengan keagungan-Mu
Limpahkanlah kepada kami, kepada mereka dengan perbedaan itu sehingga adil
Namun apakah kita semua berharap sama
Tetaplah keangkuhan memilih untuk diam
Menggaung dengan fana dan kemunafikan
Letakan apa yang menjadi hak palsu itu
Hancurkan kedzalimanmu, kalian, siapa pun itu kepada keadilan
Musnahkan dengan segera wahai pusaka bangsa
Kami berharap kepada-Nya melalui engkau SAUDARAKU

Senin, 03 Desember 2012

Renungan Malam dalam Syair (Sang Petuah Kebenaran )


Sang Petuah Kebenaran
Oleh : Rulio Fahmi Friztrianto

Yang terpaku tak lazim
Yang terkulai dengan patah arah
Selembut perang benderang yang tak kunjung usai
Sehalus sayatan pedang harapan
Disanalah letak kebenaran
Waktu yang tak kunjung usai akan berakhir dengan sendirinya
Dinding pemisah antara aku sang laku dengan kemurkaan sang lakon
Sebentar itu dengan kesenangan semata
Pernahkah jeritanmu terdengar ketika nafasmu telah tiada
Silaukan kemenangan dengan cahaya yang gelap
Berpikirlah walau itu hanya sekedip matamu melakukannya
Kelak kebenaran akan terungkap dengan gagah dan tiada tara hinggap di pundak sang Legenda..

Kamis, 08 November 2012

Renungan Malam dalam Syair (Semenanjung Kehidupan)



Semenanjung Kehidupan
Oleh: Rulio Fahmi Friztrianto


Sebentang kasih tak berujung
Selembut jiwa senandung keikhlasan
Syahdu keheningan membelah keraguan
Secerca kenikmatan yang terbuai keindahan

Insan kini tak kiranya berbalik menapak
Sebutlah walau hanya sebutir ucap
Niat akan mengartikan segalanya
Nampak dengan seindah haluan jalan lurus

Angin hembuskan keringat sang pusaka
Memeras raga berbalutkan kesendirian
Sampailah keadaan pada sekujur abdi
Menelantarkan karna sesal berujung abadi

Selasa, 06 November 2012

Renungan Malam dalam Syair (Kisah tak Bertuan)

Kisah tak Bertuan
Oleh: Rulio Fahmi Friztrianto

Serdadu lara hentakan singgasana kehidupan
Merajut fana tak bermakna penderitaan
Senandung laku indah dibalik kesengsaraan
Memercikan ikatan yang tak terikat

Pandanglah dengan sengaja
Ternyata tak tersangka
Bening beriringan dengan cahaya
Apa yang menjadi tanya

Selamatkan bintang harapanmu
Raihlah dengan segenap kemampuanmu
Ciptakan keharmonisan bertahtakan kesucianmu
Wahai belati maut

Renungan Malam dalam Syair (Waktu yang Tersisa)


Waktu yang Tersisa
Oleh : Rulio Fahmi Friztrianto

Direnungan malam ku siratkan garis tak berujung
Disebrang gelap itu kulihat kegelapan
Beranjak dari getaran kegelisahan kusingkapkan pandangan
Kembalinya sang langkah meninggalkan detak kehidupanku

Nafasnya menghembuskan cakrawala jiwa
Menghentikan batu yang berhenti
Menjalankan makna yang berjalan
Mengakhiri senyuman hati

Biarlah ku berlari
Biarlah ku memaknai kembali
Satu ikatan yang abadi
Dari syukurku untuk bersimpuh diri

Laku tak bersyarat
Mengikis gelora penyesalan
Wahai engkau sang pemurnian
Bersegeralah sebelum waktu menutup jalan terangmu

Kamis, 01 November 2012

Salam Sapa duktuk

Assalamu'alaikum..
  Hai kawan, karena ini adalah posting saya yang pertama maka saya akan bersapa-sapa ria dulu ama semua. Marilah kita buka posting ini dengan segenap bentuk syukur kita karena masih diberikan kehidupan yang begitu menjadi anugrah bagi kita.
   Kawan, sering kita mengalami kesulitan dalam mencoba dan memanfaatkan dengan baik suatu kesempatan dan itu benar-benar menggangggu. Banyak yang disebabkan karena kita malas, takut, malu, dan bahkan menganggap hal ini akan datang di waktu yang lain. Percayalah bahwa kesempatan yang sama tidak akan datang kedua kalinya kecuali dalam keadaan yang berbeda. Dan terkadang pula kita mengalami penyesalan ketika kita tidak memanfaatkan kesempatan tersebut secara baik, tentunya kesempatan dalam hal positif dan benar secara mutlak atas agama dan norma. Terkadang pada saat menyesal kita akan merasakan sakit dan menjadi benalu dalam hati. Lalu kemudian ketika kita terlarut dalam penyesalan yang sangat kita akan terpuruk, apalagi tanpa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sungguh kita berada dalam keadaan yang merugi.
   Hal yang ada di atas terdapat penjelasan bahwa ketika melewatkan suatu kesempatan seperti contoh untuk memulai sesuatu kita telah mendapatkan 4 kerugian, yaitu kita tertinggal oleh orang lain yang memanfaatkan kesempatan tersebut, ketika kesempatan yang sama tidak datang kedua kalinya, kesakitan dan menjadi benalu di dalam hati karena penyesalan, dan terakhir kita akan terpuruk jika kita tidak bangkit dari penyesalan tersebut. Maka dari itu manfaatkanlah kesempatan baik itu dengan sebaik-baiknya. Janganlah ragu dalam memulai sesuatu yang baik, keraguanmu akan menyesatkanmu. Yakin, bersyukur, kelak kau kan bahagia..

Salam duktuk :)